BPN Prabowo: Pembatasan Medsos Bentuk Kepanikan Rezim Jokowi

BPN Prabowo: Pembatasan Medsos Bentuk Kepanikan Rezim Jokowi

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan pembatasan terhadap sejumlah aplikasi media sosial. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengeluhkan pembatasan media sosial (medsos) yang dilakukan pemerintah.

Juru Bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade menilai pembatasan tersebut merupakan bentuk kepanikan rezim Joko Widodo (Jokowi).

“Bayangkan, ini 21 tahun reformasi kita mendapatkan reformasi dengan sulit ya, mengorbakan nyawa dan perjuangan luar biasa, tiba-tiba di rezim panik ini, takut kehilangan kekuasaan, mulai bukan hanya membatasi jalan, juga membatasi media sosial,” ujar Andre di Jakarta, Sabtu (25/5).

BPN Prabowo: Pembatasan Medsos Bentuk Kepanikan Rezim Jokowi (wartahub.com)
BPN Prabowo: Pembatasan Medsos Bentuk Kepanikan Rezim Jokowi

Tidak hanya tim hukum Prabowo-Sandiaga yang terdampak dari kebijakan tersebut, Andre menuturkan masyarakat luas juga terkena imbas dari kepanikan tersebut.

“Bayangkan sekarang, pengusaha-pengusaha UMKM menjerit, enggak bisa jualan, bisnis online-nya ambruk gitu lho,” tuturnya.

Caleg daerah pemilihan (Dapil) itu menduga pemerintah meniru Tiongkok dengan membatasi masyarakat dengan dunia luar yaitu dengan cara membatasi akses internet.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan pembatasan terhadap sejumlah aplikasi media sosial. Pembatasan ini dilakukan untuk mengantisipasi maraknya hoaks dan mencegah kericuhan meluas saat berlangsungnya aksi 22 Mei.