Bawaslu : Laporkan Jika Ada Tanda Kecurangan Dan Viralkan!

Bawaslu : Laporkan Jika Ada Tanda Kecurangan Dan Viralkan!

Jakarta – Tim dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta kepada oknum yang menilai ada tanda tindak kecurangan untuk secepatnya melapor kepada Bawaslu. Bawaslu menyampaikan jika terdapat praktik kecurangan bukan hanya di viralkan, namun juga harus segera dilaporkan secara bersamaan. Hal itu di sampaikan oleh Rahmat Bagja selaku Komisioner Bawaslu RI, pada (25/4/2019).

“Viral silahkan, dilaporkan juga otomatis harusnya begitu. Viral terus dilaporkan, jangan diviralkan dulu, pusing kita jadinya ga dilaporin,” ujar Rahmat Bagja.

Sementara itu Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Djoko Santoso sempat menyatakan, bahwa Prabowo-Sandi dapat menang telak bila tidak dicurangi. Dia mengungkapkan, jika angka kemenangan dapat mencapai angka 80%.

Kemudian Bawaslu meminta kepada pihak yang merasa telah dicurangi untuk segera melapor. Bawaslu memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindak lanjuti.

“Sebaiknya dua duanya di viralkan dan laporkan. Kita proses kok, banyak yang kita proses kok viral-viral itu,” jelasnya.

Bawaslu : Laporkan Jika Ada Tanda Kecurangan Dan Viralkan!
Bawaslu : Laporkan Jika Ada Tanda Kecurangan Dan Viralkan! (wartahub.com)

Rahmat juga menjelasakan, hingga saat ini telah ada pihak yang dilaporkan kepada Bawaslu soal penyelengggaraan pemilu usai pencoblosan. Sementara sejumlah kasus tidak teruskan, sebab alat buktinya masih kurang.

Sebelum itu, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno, Djoko Santoso, menyatakan Prabowo-Sandi dapat menang telak bila tidak dicurangi. Dia menyebut angka kemenangan tersebut bisa mencapai angka 80%. Hal itu pernah di sampaikan oleh Djoko Santoso di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, pada (24/4/2019).

“Pada tanggal 17 April, dan hasilnya memang Prabowo-Sandi menang. Walaupun sebelum tanggal 17, tanggal 17 dan setelah tanggal 17 mereka curang terus. Curangnya ini sudah tidak aturan, mereka secara masif, terencana sistematik, dan brutal,” ujar Djoko Santoso.

“Namun demikian masih tersisa suara 62%, dan itulah Prabowo-Sandi menyatakan kemenangan setelah dicurangi. Kalau nggak dicurangi, bisa 70 atau 80%,” tutup mantan Panglima TNI tersebut.