Jurnalis Asing Ini Terima Rp. 2 M Untuk Buat Informasi Hoaks Soal Prabowo

Jurnalis Asing Ini Terima Rp. 2 M Untuk Buat Informasi Hoaks Soal Prabowo

Jakarta – Jurnalis investigasi yang berasal dari Amerika Serikat, Allan Nairn, menyebar luaskan hoaks menjelang Pilpres 2019 ini. Allan dianggap dengan sengaja menciptakan kerusuhan Pilpres lewat sebaran kampanye hitam serta fitnah kepada calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto serta TNI.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, merespons laporan terbaru Allan Nairn terkait rencana Prabowo bila menang di Pemilihan Presiden 2019 ini. Allan menyebutkan di dalam laporan itu, bahwa Prabowo akan melumpuhkan kelompok Islam kanan seperti HTI serta PKS. Mencakup mengembalikan dwi fungsi ABRI seperti pada era Orba.

Arief mengungkapkan, bahwa dia pernah berjumpa serta diwawancarai oleh Allan Nairn. Saat itu, apalagi ketua umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu itu menanyakan informasi-informasi yang dipunya oleh Allan. Hal itu di sampaikan olehnya pada (15/4/2019).

“Jadi saya tanya si Allan itu. Kamu tuh datanya dari mana, katanya dari badan intelijen outsourcing,” ungkap Arief.

Sebutan outsourcing dipakai oleh Arief untuk mengilustrasikan jika data yang dipunya Allan adalah data yang ngawur. Dan juga Arief menyatakan, dia mendapat bukti tranfer uang kepada Allan dengan lebih dari Rp 20 miliar. Bukti transfer tersebut di terima oleh Arief dari diplomat AS.

“Ini dia bukti transfer ke rekening Allan Nairn di DBS Bank Singapore untuk membuat kampanye hitam dan fitnah terhadap Prabowo dan TNI. Dari New York itu. Bulan Maret dia terima itu,” kata dia.

Karena itu, Arief mendorong pihak kepolisian untuk secepatnya menangkap Allan Nairn, sebab telah menyebarkan informasi hoaks di Indonesia.

“Apalagi saat saya wawancara sama Allan Nairn, dia mengakui bahwa sangat tidak suka dengan Prabowo Dan TNI,” sambungnya.

Di dalam unggahan di blog pribadi, Allan menyatakan jika Prabowo telah merencanakan penangkapan massal kepada musuh politik serta koalisinya. Dia juga mencantumkan empat lembar dokumen yang berisi notulensi rapat yang dilakukan Prabowo di kediamannya pada 21 Desember 2018 lalu.

Jurnalis Asing Ini Terima Rp. 2 M Untuk Buat Informasi Hoaks Soal Prabowo
Jurnalis Asing Ini Terima Rp. 2 M Untuk Buat Informasi Hoaks Soal Prabowo (wartahub.com)

Di halaman 1 laporan itu tertulis beberapa nama yang datang dalam rapat tersebut, antara lain Prabowo, Letjen (Purn) J.S. Prabowo, Letjen (Purn) Yunus Yosfiah, Laksanama (Purn) Tedjo Edhy Purdijanto, Mayjen (Purn) Glenny Kairupan, Laksamana Madya (Purn) Moekhlas Sidik, Mayjen TNI (Purn) Judi Magio Yusuf, Mayjen TNI (Purn) Arifin Seman, Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, Fadli Zon, Arief Puyono, Habiburokhman, serta yang lainnya.

Dia mengklaim menuliskan nama tersebut menurut dokumen intelijen yang dia dapat juga telah tersebar di kalangan aparat di Indonesia. Namun, dia menolak untuuk memberi tahu sumber dokumen itu. Arief mengatakan, pertemuan tersebut tidak ada satupun namanya yang disebut didalam laporan itu.

“Nggak nggak ada rapat, kalau ada rapat saya pasti diundang,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak merasa tidak harus merespons laporan Allan secara sungguh-sungguh. Dahnil menilai, jika Allan Nairn sering menyampaikan laporan investigasi yang dianggapnya tak bermutu serta hanya menjadi isapan jempol belaka. Hal itu di sampaikan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak pada (15/4/2019).

“Kami anggap dia (Allan Nairn) kan selalu produksi begitu, kita anggap sampah saja,” pungkas Dahnil.