Seknas Prabowo-Sandi 1 RT Hanya 1 Pemilih Di DPT DKI Jakarta

Seknas Prabowo-Sandi 1 RT Hanya 1 Pemilih Di DPT DKI Jakarta

Jakarta – M. Taufik selaku Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi menyatakan mendapati kejanggalan di dalam jumlah Daftar Pemilih Tetap atau DPT Pemilu 2019 yang berada di wilayah DKI Jakarta. Taufik menyatakan, kejanggalan tersebut berada di suatu RT yang berada di kawasan Jakarta Selatan yang total pemilihnya hanya ada 1 orang. Hal itu di sampaikan olehnya saat berada di Seknas Prabowo-Sandi, di Jl. HOS Cokroaminoto 93, Menteng, Jakarta Pusat, pada 18/3/2019.

“Dari temuan hasil sisiran DPTHP 2 (Daftar Pemilih Hasil Tetap Hasil Perbaikan ke-2), beberapa hal kita temukan. Misalkan di TPS 104, RT 15 RW 7 Cilandak Barat, masa jumlah pemilihnya satu RT cuma 1. Ini yang lain kemanain?” kata Taufik.

Dia menjelaskan, jika timnya juga mendapati jumlah RW yang berlainan di Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan. Dari informasi DPTHP 2 di katakan di kelurahan itu mempunyai 22 RW, tetapi usai teliti hanya ada 11 RW.

Politikus Gerindra itu

“Belum lagi ada tertera jumlah RW 22, padahal di situ RW-nya cuma ada 11. Sisanya ditaruh mana RW-nya? Jadi kita temukan ini. Saya meyakini, ini masih terus kita sisir, dan ini baru kita sampaikan ke saudara-saudara dari daerah Jakarta Selatan,” jelas Politikus Gerindra itu.

Dia menuturkan, telah melaporkan temuan itu kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI. Dan dia juga mengimbau KPU DKI untuk secepatnya menangani lebih lanjut hal itu.

“Kami sudah ke KPU. Saya kira DPT-nya mesti diberesin dulu, kami minta undang KPU, bahkan boleh undang partai lain, untuk benahi DPT ini. Nggak mungkin ada 1 RT pemilihnya cuma 1 orang, 4 orang, kan nggak mungkin. Misal di RW 4 Kramat Pela, RT 8 TPS 11, masa cuma 1. Dan kami sudah telusuri, RT 8 itu nggak ada lagi, cuma satu ini,” ujar dia.

Seknas Prabowo-Sandi 1 RT Hanya 1 Pemilih Di DPT DKI Jakarta
Seknas Prabowo-Sandi 1 RT Hanya 1 Pemilih Di DPT DKI Jakarta (wartahub.com)

“Ini hasil penelusuran. Ada yang cuma 17 satu RT, padahal satu RT ada yang dua TPS, ini yang saya kira KPU jangan kerja yang lain, DPT aja dulu diberesin. Masa yang begini nggak beres-beres,” imbuh Taufik.

Ahmad Sulhy sebagai Ketua Bidang Analisis Data Pemilih Seknas Prabowo-Sandi menuturkan, temuan tersebut berawal dari pengkajian DPTHP 2 yang di dapatkan dair KPU ke peserta Pemilu 2019. Usai di lakukan pengkajian lebih lanjut, di dapati kejanggalan DPT di DKI Jakarta.

“Jadi kita menganalisis. Biasanya kita menganalisis dari NIK, nomor KK, dan sebagainya. Karena ditutup (berapa digit angka NIK), ternyata muncul baru, muncul temuan baru berdasarkan RT-RW setelah kita sortir ternyata muncul di 1 TPS ada 1 (pemilih),” tutur Sulhy.

Bukan hanya itu saja, namun juga ada kejanggalan lainnya, yaitu, ada jumlah RW yang tidak sama dengan kenyataannya. Dari hasil pengkajian, dia baru mendapati 132 TPS dengan total DPT janggal.

“Dari jumlah pemilih dalam satu RT aneh cuma satu ditambah keanehan lainnya. Setelah kita cek di jakarta.go.id, ada jumlah RT yang tidak sama. Ini kami lagi jalan, jadi ini baru 132 TPS. Jumlah TPS kita 29.061, kita baru cek 132 TPS di Jakarta, belum kita minta tim nasional. Ini masif, sangat terstruktur. Jadi kami harap KPU lakukan perbaikan menghadirkan peserta pemilu,” pungkasnya.