Janji Prabowo-Sandi Untuk Tambah Mutu BPJS Kesehatan

Janji Prabowo-Sandi Untuk Tambah Mutu BPJS Kesehatan

Jakarta – Pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno di percaya akan dapat menambah mutu pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan jika nantinya memenangkan Pilpres 2019 ini. Gamal Albinsaid selaku Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, mengungkapkan, jika pasangan capres-cawapres no urut 02 Prabowo-Sandi berjanji akan meneruskan strategi BPJS Kesehatan usai terpilih sebagai presiden dan wakil presiden di masa 2019-2024 mendatang. Hal itu di sampaikan olehnya saat berada di dalam diskusi yang berjudul ‘Memerdekakan Sektor Kesehatan, Sejahterakan Ekonomi Rakyat’ yang bertempat di Media Center Prabowo-Sandi, di Jl. Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 13/3/2019.

“Kami sangat mengapresiasi BPJS, akan melanjutkan, dan akan melakukan perbaikan,” ungkap Gamal.

Dia menjelaskan, ada beberapa kesulitan yang harus di benahi dalam penataan BPJS Kesehatan, seperti terkait defisit. Defisit yang awalnya Rp3,3 triliun di tahun 2014, naik menjadi Rp9,8 triliun di tahun 2017. Gamal menyebut, jika permasalahan desifit BPJS Kesehatan tersebut dapat mengakibatkan persoalan untuk dokter, rumha sakit, serta perusahaan obat.

Janji Prabowo-Sandi Untuk Tambah Mutu BPJS Kesehatan
Janji Prabowo-Sandi Untuk Tambah Mutu BPJS Kesehatan (wartahub.com)

Di sebutnya, Prabowo-Sandi mempunyai jelan keluar, seperti langkah yang akan di lakukan untuk menurunkan persoalan itu dengan meningkatkan biaya kesehatan. Salah satunya caranya dengan mendapatkan biaya di pos kementerian lain untuk BPJS Kesehatan, agar nantinya tak menghalangi biaya Kementerian Kesehatan yang di nilainya telah menurun.

“Untuk menutup di PBI (penerima bantuan iuran), jadi bisa digunakan dari pos anggaran lain atau dari Kemensos, sehingga anggaran yang sudah minim ini bisa digunakan untuk infrastruktur kesehatan, untuk promotif dan preventif,” jelas.

Gamal menambahkan, masyarakat sekarang ini masih merasa kurang puas dengan fasilitas BPJS Kesehatan. Sementara persoalan lain dari BPSJ Kesehatan merupakan dana tuntutan yang lebih dari bayaran. Dengan begitu, kemudian total orang sakit akan bisa di turunkan dengan strategi-strategi yang mementingkan gaya hidup sehat.

“Hari ini BPJS hadir, tapi kualitasnya dianggap oleh masyarakat mengalami penurunan, berbeda dengan pasien non BPJS. Itu menjadi komitmen dari Prabowo-Sandi untuk menyadari problem hari ini.” tutupnya.