Alasan Rocky Gerung Kerap Hadiri Kegiatan Prabowo-Sandi

Alasan Rocky Gerung Kerap Hadiri Kegiatan Prabowo-Sandi

Denpasar – Rocky Gerung yang sebagai salah satu akademisi menghadiri kegiatan dialog ‘Politik Sehat Politik Berakal di Denpasar’ yang di lakukan di Denpasar, Bali, pada 9/3/2019. Dia menyatakan alasannya yang lebih sering menghadiri kegiatan yang di lakukan oleh pasangan calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno bila di bandingkan dengan pasangan capres-cawapres kubu Petahana.

“Setiap kali kenapa saya selalu hadir di forum Prabowo-Sandi, kenapa tidak mau hadir di forum Indonesia Maju, masuk jurang, karena nggak ada ide. Bagaimana saya mau masuk ke situ, berpartisipasi di situ, kalau tradisi seminar semacam ini tidak terjadi,” tutur Rocky.

Dia menjelaskan, belum pernah melihat ada forum politik seperti yang di lakukan oleh Prabowo-Sandi. Dia menyindir, sebab sampai saat ini lebih banyak politisi yang melakukan di media hiburan.

“Saya menginginkan forum 01 juga punya seminar, saya belum belum pernah lihat ada forum politik seperti ini, di mana orang berdesak-desakan untuk mendengarkan saya ceramah tentang akal sehat. Itu jarang terjadi di Republik Indonesia. Biasanya orang mendengarkan orasi caleg di panggung dangdut,” jelasnya.

Alasan Rocky Gerung Kerap Hadiri Kegiatan Prabowo-Sandi
Alasan Rocky Gerung Kerap Hadiri Kegiatan Prabowo-Sandi (wartahub.com)

Rocky menyatakan, jika kolerasi yang timbul di dalam diskudi akan lebih muncul bila di bandingkan dengan model pidato yang satu arah. Dia kemudian menyindir terkait dengan visi dan misi paslon capres-cawapres yang di dominasi dengan visi-misi yang tipuan.

“Jadi kita sebetulnya punya fasilitas terakhir untuk membela negeri ini yaitu mengaktifkan akal sehat, akal sehat hanya mungkin dipercakapkan di forum dialog, ada interaksi bukan forum yang interaksi satu arah di mana dia bicara diatur sesuai angle kamera yang pas kalau bisa diulang lagi supaya dapat momentumnya,” ujar Rocky.

“Jadi rekayasa semacam itu buat kita malu bahwa pemimpin yang punya visi tanpa rekayasa pun akan keluar visinya yang diucapkan secara panjang. Orang yang tidak punya visi itu tergantung dari contekannya dia,” tutupnya.