BPN Prabowo-Sandi Dukung Novel Baswedan Menjadi Ketua KPK

BPN Prabowo-Sandi Dukung Novel Baswedan Menjadi Ketua KPK

Jakarta – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan, bahwa bila nantinya pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno akan menguatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Indeks Presepsi Korupsi Indonesia 2018 bertambah satu pin dari 37 pada tahun 2017 dan saat ini menjadi 38. Salah satu usaha yang di jalankan yakni dengan mendukung rencana dukungan penyidik senior KPK Novel Baswedan untuk menjadi ketua KPK. Hal itu di sampaikan oleh Andre Rosiade pada 29/01/2019.

Kan meningkatkan (kinerja KPK) itu, memperkuat KPK dengan mengusulkan orang-orang hebat, bersih, berani untuk menjadi pimpinan KPK, salah satunya ada wacana di kami salah satunya dengan menjadikan Novel menjadi ketua KPK,” kata Andre Rosiade.

Anggota Badan Komunikasi Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Gerindra ini menjelaskan, bahwa hal itu hanya rencana saja. Dia juga tidak mengungkapkan secara mendetail ketika di tanya kebenaran rencana itu.

“Iya masih wacana,” jelas Andre Rosiade.

Bukan hanya Andre Rosiade juga menuturkan, bahwa rencana lain dalam program penegakkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni dengan menguatkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan juga meningkatkan pendapatan KPK.

BPN Prabowo-Sandi Dukung Novel Baswedan Menjadi Ketua KPK
BPN Prabowo-Sandi Dukung Novel Baswedan Menjadi Ketua KPK (wartahub.com)

“Termasuk memastikan partai pendukung Prabowo dan Pak Sandiaga tidak akan merevisi undang-undang KPK, akan kita pastikan itu. Tidak akan diobok-obok seperti sekarang ini,” tutur Andre Rosiade.

Dengan semoga dengan terpilihnya pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subainto dan Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019 mendatang, hukum di Indonesia dapat di tegakkan dengan seadil-adilnya. Karena, hukum di Indonesia saat ini masih kurang adil. Dan juga tidak berpihak untuk seluruh masyarakat Indonesia tetapi, hukum tersbeut malah berpihak kepada para penguasa di bangsa ini saja.