Minim Anggaran Pembinaan, Prestasi Garut Turun di Porda Jabar 2018

Minim Anggaran Pembinaan, Prestasi Garut Turun di Porda Jabar 2018

Turunnya prestasi Kabupaten Garut pada Porda XIII/2018 Jawa Barat Oktober lalu, tak terlepas dari kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terhadap pembinaan olahraga berprestasi. Ketua Umum Komite Nasional Olahraga (KONI) Kabupaten Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, menurunnya prestasi Porda 2018 tak terlepas dari sangat kecilnya porsi anggaran yang diberikan Pemkab Garut kepada KONI.

“Pada Porda 2018 prestasi kami mengalami penurunan daripada Porda 2014 sebelumnya di Kabupaten Bekasi. Jadi kami mohon kepada Pemkab Garut untuk lebih memperhatikan olahraga di masa mendatang,” ucap Syakur saat dihubungi di Bandung, Rabu 7 November 2018.

Dia mengungkapkan, pada Porda 2018 Kabupaten Garut meraih 11 medali emas 8 perak serta 25 perunggu dengan posisi klasemen medali di peringkat 18. Sebelumnya, di Porda 2014 Garut meraih 14 emas, 12 perak dan 24 perunggu dengan posisi menempati peringkat ke-13.

Minim Anggaran Pembinaan, Prestasi Garut Turun di Porda Jabar 2018

“Menurunnya prestasi karena jumlah anggaran di 2018 lebih kecil dibandingkan pada 2014  lalu. Menghadapi Porda 2018 Pemkab memberi anggaran Rp 4,5 Miliar ini lebih kecil dibandingkan 2014 dimana anggaran mencapai Rp 6 Miliar,” tuturnya.

Bahkan, jumlah anggaran ini lebih kecil dibandingkan perhatian dari kabupaten kota lainnya. Menghadapi Porda, kata dia, Kabupaten Bandung Barat menganggarkan Rp 22 Miliar, Kota Cimahi dengan Rp 9 Miliar,  Kota Tasikmalaya dengan Rp 9,5 Miliar hingga Kabupaten Tasikmalaya dengan Rp 10 Miliar.

“Dengan anggaran Rp 4,5 Miliar saja kami sudah dapat 11 medali emas. Jumlah ini lebih baik ketimbang dengan Kabupaten Pangandaran yang menganggarkan Rp 3,5 milyar tapi hanya dapat 2 emas,” ucapnya.

Menurut dia, anggaran untuk olahraga di Kabupaten Garut masih jauh dari ideal. Pasalnya, dari jumlah APBD yang hampir mencapai Rp 4,4 Triliun pada tahun mendatang, tak sampai 1 persen pun untuk pembinaan prestasi olahraga di Kabupaten Garut.

“Untuk belanja pegawai saja Pemkab Garut dipastikan naik sebesar Rp 50 miliar pada tahun 2019, sedangkan kami sendiri KONI belum tahu nasibnya. Andaikan saja Pemkab Garut lebih peduli terhadap olahraga, pemberian hibah 1 persen untuk olahraga bagi kami.sudah sangat bagus,” ujarnya.

Sebab, hampir seluruh daerah sudah menerapkan pemberian dana hibah untuk olahraga sekitar 1 persen dari APBD-nya. Menurut dia, peran olahraga sangat vital untuk menjadi salah aspek  sukses tidaknya pembangunan di daerah.

“Maaf ya di Garut ini tidak ada lapangan sepakbola yang representatif. Padahal semua tahu legenda Persib seperti Zaenal Arif itu asli Garut. Belum lagi cabor lain seperti gulat yang memerlukan gedung latihan sendiri karena potensinya luar biasa,” katanya.

Untuk itu, Syakur berharap pada 2019 baik legislatif maupun Pemkab Garut harus melihat betapa pentingnya pembangunan olahraga. Menurut dia. pemberian anggaran senilai Rp 10 Miliar tahun depan sudah sangat tepat untuk pembinaan olahraga di Garut.

“Kami yakin dengan Rp 10 Miliar, olahraga Kabupaten Garut akan terus mengalami pembinaan secara baik dan simultan. Dengan anggaran itu kami juga membangun dan membeli sarana olahraga yang dibutuhkan para atlet,” tuturnya.