Rebut Grand Slam Ke-14, Djokovic Kembali Ke Performa Terbaiknya

Rebut Grand Slam Ke-14, Djokovic Kembali Ke Performa Terbaiknya

Pasca cedera siku, Novak Djokovic kembali ke peforma terbaiknya. Dua bulan setelah mengamankan gelar Wimbledon 2018, petenis Serbia itu menjuarai AS Terbuka 2018 seusai mengalahkan Juan Martin del Potro  6-3, 7-6 (4), 6-3 pada final di Arthur Ashe Stadium, Newa York, Minggu (9/9/2018) malam waktu lokal atau Senin (10/9/2018) pagi WIB.

Di edisi kali ini, Djokovic tanpa cela menyingkirkan Del Potro yang menjadi unggulan ketiga. Pukulannya servisnya sangat presisi dan pengembalian bola yang penuh tenaga. Nole -sapaan Djokovic tampil konsisten di garis belakang dengan pertahanan yang bagus untuk meredam serangan Del Potro.

“Dia kembali pada kemampuan terbaiknya,” kata pelatih Djokovic, Marian Vajda, yang membantu unggulan keenam itu kembali ke level terbaik setelah bergabung dengan timnya pada bulan April. Tim pelatih telah membantu memperlengkapi kembali servisnya dan memulihkan kepercayaan diri.

Mental Djokovic sangat terasah di AS Terbuka. Ketika dia mengalahkan Roger Federer di final AS Terbuka pada 2015, dia menghadapi penonton yang sangat bermusuhan dengannya. Trik Djokovic adalah dengan  membayangkan bahwa mereka melantunkan namanya, bukan Federer.

Rebut Grand Slam Ke-14, Djokovic Kembali Ke Performa Terbaiknya
Rebut Grand Slam Ke-14, Djokovic Kembali Ke Performa Terbaiknya

Saat melawan Del Potro, Djokivic juga membayangkan sorakan fans Argentina justru ditujukan padanya. “Nama panggilan saya adalah Nole,” kata Djokovic. “Ketika mereka berteriak ‘Ole, Ole, Ole, Ole,’ kata Nolelah yang saya dengar. Saya benar-benar membuat diri saya mendengar hal itu. Tidak bohong. Itu benar.”

Ini gelar  AS Terbuka ketiga yang diraih Nole setelah sebelumnya menang di edisi 2011 dan 2015. Sejauh ini Nole telah mengoleksi 14 gelar Grand Slam, sejajar dengan Pete Sampras yang bertengger di peringkat 3 pengoleksi gelar Grand Slam terbanyak sepanjang masa.

Sementara Roger Federer masih memuncaki daftar dengan 20 gelar Grand Slam, sedangkan Rafael Nadal di bawahnya dengan 17 gelar. Jika Djokivic mampu memenangi Australia Terbuka 2019, maka tiga petenis teratas dari era emas tenis putra dunia, akan menduduki tiga tempat teratas di daftar raihan gelar Grand Slam.

“Dia (Sampras) adalah orang yang saya kagumi,” kata Djokovic mengomentari raihannya yang setara dengan idolanya sejak kecil, Pete Sampras. “Hal nyata pertama yang saya lihat terkait tenis di televisi adalah turnamen Wimbledon pertamanya atau kedua. Itu menginspirasi saya untuk mulai bermain tenis. Ada banyak makna dengannya.”